Pada awalnya, pengguna bisa meneruskan pesan ke banyak grup. Namun, mulai sekarang, WhatsApp akan menetapkan peraturan baru. Dengan begitu, pengguna akan hanya bisa mengirimkan satu pesan ke 20 grup di seluruh dunia.
India, yang merupakan negara dengan pengguna WhatsApp terbanyak, akan memiliki batasan yang berbeda. WhatsApp membatasi pengguna India sehingga mereka hanya bisa meneruskan pesan ke 5 grup.
Selain itu, WhatsApp juga menghapus opsi "quick forward" yang memungkinkan pengguna untuk meneruskan pesan dan video ke pengguna lain, menurut laporan TechCrunch.
"Kami percaya, perubahan ini -- yang akan terus kami evaluasi -- akan membantu WhatsApp mempertahankan tujuan awalnya, yaitu sebagai aplikasi chatting," tulis WhatsApp dalam sebuah blog post.
Langkah yang WhatsApp ambil bertujuan untuk mengurangi banyaknya berita palsu yang menyebar dengan viral di aplikasi mereka. Sayangnya, semua ini tampaknya tidak akan menyelesaikan masalah begitu saja.
WhatsApp mengambil keputusan ini sebagai jawaban atas berbagai kejadian yang terjadi di India. Belum lama ini, BBC melaporkan bagaimana rumor salah yang menyebar di WhatsApp menyebabkan seorang pria dipukuli hingga mati sementar dua lainnya dipukuli hingga babak belur.
Dikabarkan, ada 17 orang lain yang terbunuh dalam satu tahun belakangan akibat rumor salah yang menyebar via WhatsApp.
Sebagai jawaban atas masalah ini, WhatsApp memasang iklan di koran tentang bahaya akan informasi salah di aplikasinya.
Via MetroTv


Comments